Feed on
Posts
Comments

Youth

18fcfabc8d299b392c020649a8e719a5_img_9743

Yuliza - Soraya (saya) - Agastya - Rudi - Rosy - Sarah - Susi

P o e t r y

“Buku yang kubaca selalu memberi sayap-sayap baru.

Membawaku terbang ke taman-taman pengetahuan paling menawan,
melintasi waktu dan peristiwa,
berbagi cerita cinta, menyapa semua tokoh yang ingin kujumpai, sambil bermain di lengkung pelangi.”
Abdurahman Faiz, Aku Ini Puisi Cinta

Saya suka sekali  menonton film kartun yang berjudul “LARVA”. Kata teman film itu lucu tetapi sedikit menyeramkan karena ceritanya tentang perjuangan juga penderitaan dua larva yang tinggal di selokan. Ada sebuah pelajaran dalam film kartun tersebut walaupun adegannya cenderung sadis. Dua larva tersebut memang hidup menyedihkan. Mereka sering berebut makanan sesamanya atau dengan hewan lain. Terkadang  ada konflik diantara kedua larva tersebut. Perjuangan mereka sebagai larva yang hidup di selokan sangat berat. Ada satu episode dimana larva itu terbungkus benang-benang putih yang membuat mereka hanya bisa menunggu waktu dimana mereka akan bisa terbang bebas sebagai kupu-kupu dan terlepas dari kepompong yang memenjarakan mereka. Benar, pada suatu hari tibalah mereka untuk menjadi kupu-kupu. Mengepakan sayap dan terbang menelusuri  bumi yang indah. Kalau di film nya (episode wild wild world) mereka memang berhasil menjadi kupu-kupu, tapi saat mereka terbang tiba-tiba mereka menabrak pesawat. Sayap mereka rontok dan kembali menjadi larva. hehehehe. Intinya menurut saya film ini mengajarkan arti perjuangan, bahwa proses mencapai cita-cita adalah tentang perjuangan yang keras. Proses mustahil dihindari. Sangat berat, namun akan terasa ringan bila kita bisa menikmatinya. :)

Menikmati proses  dengan  ikhlas menjalani cobaan dan hambatan, bersabar menunggu jawaban segala doa, selalu bertawakal, berbuat yang terbaik, tak berenti berjuang serta selalu bersyukur atas sekecil apapun nikmat. :)

Kenangan

SMA Negeri 2 PURWOKERTO

SMA Negeri 2 PURWOKERTO

“Akan selalu ada suatu keadaan, kenangan dan orang-orang tertentu yang pernah singgah dalam hati kita dan meninggalkan jejak langkah di hati kita dan kita pun tidak akan pernah sama lagi seperti kita sebelumnya”
- Doony Dhirgantoro, 5 cm (hal. 4) -

“Tidak ada yang pergi daripadi hati. Tidak ada yang hilang dari sebuah kenangan”
- Tere Liye -

Beberapa waktu lalu saya membaca sebuah buku tentang bagaimana kita menulis dengan gaya freewriting yang berjudul : Melejitkan Otak Lewat Gaya Menulis Bebas (Freewriting) by Jubilee Enterprise. Poin penting yang saya tangkap dari apa yang diungkapkan oleh Sang penulis bahwasanya freewriting adalah gaya menulis bebas, dimana kita menulis cepat, dengan kuantitas yang banyak, menulis seperti “the way you think” bukan “the way you speak”, mencurahakan apa yang ada di pikiran. Freewriting adalah menuliskan ide tentang apa saja yang ada di pikiran, tak meyediakan waktu menenggelamkan ide yang terlintas di otak, ada ide ya langsung menulis! Freewriting tak mengutamakan kualitas terlebih dahulu, kuantitas lebih diutamakan. Setelah kuantitas terpenuhi, semua ide telah tercurahkan maka tahap selanjutnya adalah waktu kita menimbang kualitas. MEREVIEW kembali apa yang kita tulis, MENGEDIT kesalaahan pengetikan, MEMILIH diksi yang tepat, MEMPERBAIKI ejaan yang salah, MEMOLES agar tulisan lebih terstruktur. Saya simpulkan bahwa menulis gaya freewriting ini sangat cocok untuk pemula yang ingin belajar menulis seperti saya. Hehehe :) . Permasalahannya bagaimana ya kalau kita punya banyak ide tapi belum siap mendeskripsikannya dalam bentuk tulisan. Solusinya yaitu yang penting tuliskan. Banyak keuntungan yang kita dapat ketika kita memiliki sebuah note/agenda/buku diary, kita dapat menuliskan ide-ide segar yang terlintas dalam otak kita yang memang loncat-loncat dan tak beraturan dalam note/agenda/buku diary kita sebelum kita siap mendeskripsikannya dalam sebuah tulisan. Yang terpenting adalah ide tersebut tak hilang. Freewriting juga butuh banyak latihan, misalnya cobalah untuk terbiasa menulis dengan kuantitas yang banyak dalam waktu tertentu. Ini penting, karena deadline atau batas waktu membuat kita lebih disiplin. Untuk latihan ini sederhana saja idenya, mulailah dari objek yang paling kita pahami yaitu diri sendiri. Mulailah mendeskripsikan tentang diri sendiri, dari yang saya pahami membiasakan menulis diary juga termasuk salah satu bentuk latihan freewriting ini, karena saat menulis diary kita benar-benar memuntahkan semua rasa, mencurahkan dengan “the way you think”. Dari menulis diary itu terkadang juga muncul ide segar lho. Gaya menulis freewriting ini bisa diterapkan untuk menulis cerpen, novel, artikel, karya tulis, dll. Kurang lebih seperti itulah tentang freewriting yang saya baca dari buku tersebut.

Menulis adalah kegiatan yang baik dan bermanfaat, menggunakan gaya ataupun metode apapun bukan suatu  masalah. Berbicara tentang menulis beberapa persepsi orang-orang tentang menulis yang saya ingat-ingat sampai sekarang karena menurut saya sangat mengena diantaranya.

Menulis itu melawan lupa ( @nulisbuku ) ♥

Setuju banget. Misalnya begini, saat kita belajar sesuatu kita pasti akan bisa lebih ingat kalau kita pernah menulisnya. Dengan membaca kemudian menuliskan apa yang kita baca tersebut membantu otak merekam dan mengingatnya. So, menurut saya menulis itu benar melawan lupa.

Menulis adalah proses melepaskan emosi ( www.ruangpsikologi.com ) ♥

Yang ini saya juga setuju. Saat kita sedang sedih, marah dan kesal, kita pasti butuh untuk melepaskan dan menumpahkan kesedihan, kemarahan dan kekesalan tersebut. Biasanya saat saya sedang merasakan hal tersebut, yang saya lakukan adalah menulis diary. Setelah menulis saya merasa lebih plong dan lega. Menulis menurut saya adalah seperti selftalk, melalui menulis ini terkadang ada solusi yang kita temukan. Menurut ruangpsikologi.com menulis itu adalah media yang baik untuk mencurahkan emosi dimana kita tidak mencelakakan diri sendiri dan orang lain dan apabila kita bisa merangkai kata dengan baik, buatlah puisi, kumpulan cerita pendek, atau sebuah novel.

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.” ( Pramoedya Ananta Toer ) ♥

Setuju. Saat kita memiliki penemuan ataupun pemikiran yang baik demi perbaikan, yang bermanfaat untuk orang banyak maka kita harus mengungkapkannya salah satunya yaitu dengan menulis.

Kita tersenyum saat sukses, itu biasa. Tapi bisa tetap tersenyum saat sakit dan gagal, itu baru luar biasa!

Mampu menerima keadaan yang tak bisa diubah dengan ikhlas & rasa syukur, itulah JIWA BESAR yang harus kita kembangkan dalam hidup.

- Andrie Wongso-

Klise. Gagal adalah sukses yang tertunda. Ulangi. Gagal adalah sukses yang tertunda.

Sedih dan kecewa itu pasti kita rasakan ketika kenyataan yang kita hadapi jauh dari apa yang kita harapkan, ketika ternyata hasil tak mampu membayar peluh dan keringat. Begitulah kiranya respon awal kita atas sebuah kegagalan atas sebuah pencapaian. Manusiawi. Semua itu wajar. Yang tidak wajar adalah apabila kita larut dalam rasa itu sehingga menjerumuskan kita kedalam prasangka buruk dan akhirnya kufur nikmat. Terkadang memang merasa kegagalan itu sesuatu yang tak adil karena  kita merasa telah berusaha maksimal dan yang terbaik. Saya rasa disitulah kuncinya TELAH BERUSAHA MAKSIMAL DAN YANG TERBAIK. Ketika kita telah berusaha maksimal dan yang terbaik namun target dan tujuan belum tercapai pantang bagi kita untuk larut dalam kesedihan. Kembali bahwa manusia hanya bisa berusaha, mengenai hasil Allah lah yang menetapkan. Lalu bagaimana kita harus bersikap? BERSYUKUR, SABAR, IKHLAS. Lagi-lagi klise tapi itulah solusinya. Allah sedikit menguji kita dengan tak tercapainya keinginan kita yang A tapi Allah mengabulkan keinginan kita yang B, masih mengizinkan kita menghirup udara, melihat indahnya langit biru dengan awan-awannya yang berkejaran, mendengar merdunya adzan yang berkumandang, masih memberikan waktu untuk kita meraih impian dan cita, lalu pantaskah kita terus bersedih?Apabila kita mau berjiwa besar, melihat sekeliling, bahkan banyak orang yang mendapat ujian lebih berat dari kegagalan yang kita terima, lalu pantaskah kita terus bersedih? Inilah cara-Nya mendidik dan memberi pendewasaan, mungkin jika semua keinginan kita terpenuhi kita akan lupa apa itu arti kerja keras kemudian menjadi takabur. Tak perlu menyalahkan diri sendiri bahkan orang lain, yang perlu dilakukan adalah instrospeksi diri. Lakukan perubahan ke arah yang lebih baik. Jangan menumpuk kesedihan dan penyesalan.

لاتحزن إن الله معنا التوبة: 40

“Janganlah kamu bersedih hati, sesungguhnya Allah bersama kita”

( QS: At-Taubah [9] :40 )

Kegagalan menghadirkan semangat dan motivasi yang baru, sangat baru! Pernah gagal membuat kita lebih siap menyambut keberhasilan.  Kita tak dapat menjumpai fajar kecuali dengan melewati perjalanan malam.Kegagalan bukan hal yang permanen. Oleh karena itu nikmatilah kegagalan sebagai proses menuju keberhasilan. Sekali lagi : Gagal adalah sukses yang tertunda. :)

“Aku sangat takut,

ketika petang tiba, surya mulai redup dan perlahan hilang, ketika gelap itu menghampiri kemudian aku menjadi tak tahu arah, tak dapat melihat apapun di sekitar, di depan dan di dekatku.

Tunggu,

tapi aku punya lilin dan ternyata aku masih punya sedikit korek api untuk menyalakannya. Ku keluarkan semua lilin-lilin yang kupunya, dengan sigap kunyalakan satu lilin kemudian lilin selanjutnya dan selanjutnya hingga akhirnya aku dikelilingi lilin-lilin itu.

Aku sudah tak takut sekarang, cahaya lilin-lilin ini membuatku lebih tenang. Aku merasa lebih aman sekarang.

Tapi, lama-kelamaan aku merasa angin berhembus sedikit lebih kencang dan semakin kencang hingga memadamkan satu persatu lilin di sekitarku,

Takut dan panik menyaksikan banyak lilinku yang padam, tanganku hanya ada dua dan tak mampu menghalau angin ini. Lilinku hanya tersisa satu sekarang. Ya Allah tolong… Aku takut gelap, sangat takut.

Sembari berdoa aku melingkarkan tanganku diatas lilin yang masih menyala berusaha agar lilinku tak padam hingga datangnya Sang Surya.

Seperti itulah hidup,

kita pasti ketakutan saat tak ada jalan keluar atas masalah yang sedang kita hadapi, keputusasaan menjadi sangat dekat namun harapan itu selalu ada ketika ternyata kita masih memiliki plan B tuk mengatasi masalah tersebut. Kenyataan berkata bahwa hidup memang tak semudah yang kita bayangkan. Masalah lain berdatangan dan mulai mengikis harapan yang kita miliki. Saat berada dalam posisi ini bangun, bangkit, sadar, berdoa dan berjuanglah dengan sisa-sisa harapan yang kita miliki, bersabarlah hingga Tuhan menjawab semua doa dan usahamu. Pertolongan dari-Nya itu pasti. Yakinlah kebenaran bahwa hidup itu serti roda berputar, seperti petang yang kemudian akan berganti dengan terangnya Sang Surya, tapi selama itu janganlah sampai kehilangan harapan, jangan biarkan lilinmu padam!!!

Kita Harus Eksis !

Kata ‘eksis’ belakangan ini sangat akrab ditelinga kita, terlebih dikalangan anak muda. Beberapa remaja usia SMA jalan bersama, kemudian salah seorang dari mereka banyak disapa oleh orang yang dikenalnya dijalan kemudian teman-temannya berkata, “Cieeee eksis banget sih loe… “. Kata eksis dikalangan banyak orang memang sering diidentikan dan disamaartikan dengan terkenal. Cerita lain yang sering kita dapati tentang kata eksis yaitu di dunia maya dimana eksis berarti kita berhasil menjadi trending topic atau top stories di sebuah situs jejaring sosial. Selain itu, seseorang yang sangat sering muncul di timeline atau home situs jejaring sosial juga sering dijuluki orang yang ‘eksis’. Asal kata ‘eksis’ yaitu dari kata eksistensi yang artinya keberadaan. Lebih spesifik lagi eksistensi atau eksis dapat diartikan dengan diakuinya keberadaan kita ditengah masyarakat oleh orang-orang disekitar kita. Ingin eksis itu wajar karena memang pada dasarnya sifat manusia adalah ingin dikenal dan diakui. Tetapi eksis yang baik menurut saya adalah eksis karena hal yang positive dan membawa manfaat baik untuk diri sendiri maupun untuk orang lain disekitar kita. Saat ini setiap orang dapat dengan mudah mengakses internet, dunia seakan dalam genggaman karena informasi dapat dengan cepat kita dapatkan. Lalu apakah dengan mudahnya internet lantas mudah juga untuk kita bisa eksis? Jawabannya adalah YA. Ini adalah sebuah fakta bahwa internet dapat menjadikan kita eksis di dunia maya maupun dunia nyata. Eksis memang bukan hanya lewat internet tetapi memanfaatkan internet untuk sebuah ke’eksis’an yang bermanfaat itu baik dan tidak dilarang oleh karena itu tidak aneh bukan kalau saya berpendapat bahwa “Kita Harus Eksis”. :)

Berikut ini saya tuliskan beberapa contoh yang adalah sebuah fakta karena berdasarkan pengalaman saya sendiri, teman-teman saya, dan orang lain yang saya ketahui tentang bagaimana eksis dengan internet :

1. Eksis dengan jejaring sosial.

Setiap orang di jaman sekarang ini dari mulai anak kecil hingga dewasa rata-rata memiliki akun di sebuah jejaring sosial. Diantara mereka ada yang hanya membuat akun tersebut hanya untuk yang penting punya atau sebagai sarana berkomunikasi dengan keluarga dan sahabat yang jauh.  Seseorang dijuluki eksis di jejaring sosial karena keseringannya muncul dalam home atau timeline jejaring sosial tersebut. Beberapa akun eksis yang saya ikuti dan menjadi favorit untuk saya dalam sebuah jejaring sosial adalah akun-akun yang dalam tulisannya di jejaring sosial tersebut sangat menginspirasi saya, memberi motivasi, mengingatkan untuk introspeksi, memberi pengetahuan, menyampaikan informasi tentang berita terkini, menghibur dan menyemangati. Fakta yang saya lihat dan amati akun-akun yang memiliki tulisan bertipe tersebutlah yang berhasil eksis (dikenal dan terkenal), alasannya satu yaitu karena akun-akun tersebut memberi manfaat.

2. Eksis dengan menulis blog.

Menulis itu menyenangkan, menulis itu melegakan dimana isi hati dan pikiran dapat tercurahkan, menulis itu bermanfaat apabila tulisan kita tersebut informatif. Bagaimana jika kita senang menulis dan ingin eksis? Rasanya menulis di blog adalah jawabannya. Saya senang menulis dan saya ingin eksis maka dari itu saya membuat blog ini. :) Memiliki blog memang bukan semata-mata hanya untuk tujuan eksis. Ini lebih kepada sarana mencurahkan apa yang  sedang dirasa ataupun yang ingin disampaikan. Mengapa kemudian saya berpendapat bahwa dengan blog saya bisa eksis? Setelah membuat blog terbukalah peluang bagi saya untuk mengikuti beberapa lomba blog yang sangat bermanfaat untuk memacu kreatifitas. Selain itu, saya juga menjadi anggota beberapa komunitas blog dimana saya dapat menambah teman dan jaringan. Tidak hanya untuk diri sendiri, tulisan dalam blog yang informatif dan menginspirasi juga bermanfaat bagi para pembacanya.

3. Eksis dengan bisnis online.

Untuk yang kali ini saya melihat dari pengalaman teman saya sendiri. Teman saya tinggal di sebuah kos yang kebetulan berlangganan internet bulanan. Karena kemudahan akses yang ia dapatkan itu timbulah sebuah inisiatif untuk  memanfaatkannya. Tecetuslah ide untuk mencoba bisnis online dengan menjadi reseller sebuah merk tas. Ia memasarkan produknya lewat jejaring sosial dengan membuat sebuah fanpage produk tasnya. Dengan bisnis online lewat jejaring sosial tersebut teman saya berhasil eksis dan produk tas yang dijualnya cukup laris di kalangan mahasiswi kampus saya.

4. Eksis dengan bakat dan kemampuan

Di televisi dapat kita saksikan bersama bahwa beberapa orang yang kemudian sukses dan terkenal pada awalnya orang-orang tersebut eksis di dunia maya dengan internet. Mereka pada awalnya mengupload penampilan mereka melalui sebuah situs website dan banyak orang menontonnya. Seiring berjalannya waktu ke’eksis’an mereka di dunia maya membawa mereka pada ke’eksis’an di dunia nyata.

Tentunya masih banyak manfaat lain yang bisa dihadirkan dari sebuah ke’eksis’an dengan internet selain empat yang saya ceritakan di atas. Ingat bahwa “Kita Harus Eksis”, eksis yang membawa manfaat dan menebar kebaikan. :)

banner-axis-clean-small

Tulisan ini saya sertakan dalam Blog Writing Competition yang diselenggarakan oleh AXIS - GSM YANG BAIK  :)

info lomba lebih lanjut kunjungi http://duniaaxis.co.id

IKRAR ANTIKORUPSI

Melawan korupsi itu jangan ragu-ragu, mulailah dengan sebuah komitmen dari dalam diri sendiri !

credit to: SYAMSUR RIJAL 3T/30

semangat guys.. we can stop corruption!!

syamsur

untitled

Older Posts »